We use cookies to give you the best experience possible. By continuing we’ll assume you’re on board with our cookie policy

See Pricing

What's Your Topic?

Hire a Professional Writer Now

The input space is limited by 250 symbols

What's Your Deadline?

Choose 3 Hours or More.
Back
2/4 steps

How Many Pages?

Back
3/4 steps

Sign Up and See Pricing

"You must agree to out terms of services and privacy policy"
Back
Get Offer

Abex Research Paper ABEX Chemicals IncABEX

Hire a Professional Writer Now

The input space is limited by 250 symbols

Deadline:2 days left
"You must agree to out terms of services and privacy policy"
Write my paper

Abex Essay, Research Paper

ABEX Chemicals, Inc.

Don't use plagiarized sources. Get Your Custom Essay on
Abex Research Paper ABEX Chemicals IncABEX
Just from $13,9/Page
Get custom paper

ABEX Chemicals, Inc. adalah salah saru produsen utama Dari petrochemicals ( terutama polythene ) . Selama 8 tahun terakhir ABEX menguasai kurang lebih 25 % pangsa pasar petrochemical di Amerika Serikat. Namun demikian, persaingan dalam industri ini nampaknya akan semakin ketat, terutama dengan terjadinya ekspansi yang sangat agresif, dan kemungkinan akan terjadinya resesi pada satu sampai dua tahun mendatang. Berdasarkan analisis statistik, harga petrochemical yang diproduksi oleh ABEX diperkirakan Akan terus menurun pada 12 hingga 18 bulan kedepan. Hal ini Akan meningkatkan recognition hazard perusahaan ini.

Harga saham ABEX baru-baru ini juga mengalami penurunan dari $ 15 menjadi $ 9 per lembar. Kedua hal tersebut meningkatkan resiko dalam pemberian pinjaman pada Abex.

Melihat kenyataan di atas, perlu kiranya dilakukan penilaian ulang terhadap recognition hazard Dari ABEX. Analisis akan bertitik berat pada 3 aspek penting, yaitu external environment, company basicss, dan stock monetary value behaviour. Hasil pengamatan terhadap ke-tiga aspek dapat dilihat sebagai berikut:

External environment

Walaupun tendency faktor-faktor ekonomi belum dapat diketahui dengan pasti, masalah utama yang dihadapi pada industri petrochemical ini bukanlah perubahan demand, melainkan overcapacity.

Seperti terlihat pada Exhibit 1, produksi polythene secara nasional diperkirakan tetap samapi tahun 10. Namun karena kapasitas produksi terus meningkat, maka runing rate Akans mengalami penurunan. Akibatnya tingkat persaingan akan terus meningkat, sementara harga produk menjadi semakin rendah. Namun demikian, dalam jangka panjang tingkat konsumsi polyethylene akan naik 4 % per tahun, dan harga akan meningkat 5 % per tahun mulai tahun 12.

Company fundamental

Pendapatan operasional Abex didapat terutama dari 2 jenis bisnis, yaitu grapevine distribution of natural gas ( gas transmittal ) dan petrochemical production. Pendapatan Dari distribusi gas diperkirakan Akan berkurang, berkaitan dengan adanya penurunan produksi gas dan faktor-faktor yang membatasi perkembangan harga jual. Namun hasil analisis dapat memprediksikan tetap adanya peningkatan kecil, baik pada volume maupun tarif jasa distribusi tersebut. Data statisik sehubungan dengan usaha distribusi gas ini dapat dilihat pada Exhibit 1.

Pendapatan dari produk-produk petrochemical lebih sulit diramalkan, karena sangat sangat sensitif terhadap harga jual, biaya produksi, serta volume penjualan polythene. Faktor-faktor penting dalam estimasi pendapatan opersional Dari bisnis ini adalah harga jual dan biaya produksi di Masa datang, dan pangsa pasar Dari ABEX. Pihak manajemen percaya bahwa struktur biaya produksi ABEX yang lebih rendah dapat membuat harga produksinya sangat kompetitif, sehingga memungkinkan tercapainya runing rate yang lebih tinggi dibanding parity pesaingnya. Data statisik sehubungan dengan bisnis produksi polythene ini dapat dilihat pada Exhibit 1.

Stock monetary value rating

Berlainan dengan analisis umumnya yang menggunakan discounted hard currency flow, evaluasi harga saham ini dititikberatkan pada quality of hard currency flow, gaining power, output, book value dan net incomes constituents. Laporan Keuangan perusahaan, serta rasio-rasio keuangan yang digunakan salam analisis dapat dilihat pada Tabel 1? 3.

Permasalahan

Sehubungan dengan fixed income investing yang dilakukan pada obligasi ( bonds/long-term debt ) yang diterbitkan oleh ABEX, maka perlu dilakukan investigasi lebih lanjut pada kondisi perusahaan tersebut. Evaluasi harus dilakukan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada recognition quality ( hazard ) Dari hutang jangka panjang ABEX dalam kurun 3 tahun terakhir ( tahun 7? 9 ) . Analisis dilakukan pada ratio-ratio keuangan terpenting ( cardinal fiscal ratios ) , yang difokuskan pada 3 aspek yaitu plus protection, short-run liquidness, dan gaining power.

Jawaban Pertanyaan

1. Identifikasi terhadap 5 ratio keuangan ( dari seluruh ratio yang tercantum Tabel 3 ) yang relevan terhadap minimum 1 Dari 3 aspek analisis diatas, serta interpretasi tingkat serta kecenderungannya Dari tahun 7 sampai tahun 9.

Ratio-ratio yang digunakan untuk menganalisis aspek plus protection adalah net touchable plus to long-run debt serta long-run debt to entire capitalisation. Untuk short-run liquidness ditinjau aggregation period, sementara untuk gaining power dievaluasi berdasarkan pre-tax involvement coverage dan operating hard currency flow to long-run debt.

Sebenarnya stock list period juga dapat digunakan untuk mengevaluasi short-run liquidness, namun karena bisnis distribusi gas tidak memiliki stock list maka ratio ini tidak digunakan dalam analisis ini ( terutama dalam memperbandingkan kedua bisnis yang diusahakan oleh ABEX ) .

a/ Net Tangible Assets to Long-run Debt R atio

Ratio ini menggambarkan sejauh mana aset perusahaan dapat meng-cover hutang jangka panjangnya. Yang dilihat adalah perbandingan antara plus ( yang tidak diragukan nilai serta realisasinya ) terhadap jumlah long-run debt. Besarnya ratio dalam 3 tahun terakhir adalah:

TahunRatio

752.0 %

834.7 %

946.2 %

Trend dari ratio ini ternyata menurun, walaupun terlihat adanya perbaikan pada tahun 9. Penurunan ini mungkin disebabkan oleh 2 sebab yang dapat terjadi sendiri-sendiri, atau dua-duanya sekaligus:

Pertama, penurunan cyberspace touchable plus, yaitu penurunan jumlah plus yang nilai serta realisasinya dapat dipastikan. Hal ini dapat terjadi misalnya akibat meningkatnya good will pada investasi di perusahaan lain ( akuisisi ) . Pada tahun 8 dan 9 terjadi peningkatan good will yang cukup tajam, yaitu 214 % dan 70 % . Penurunan ini bisa juga terjadi akibat meningkatnya history receivables yang mungkin tidak dapat tertagih. Pada tahun 8 dan 9 terjadi kenaikan history receivables sebesar 110 % dan 6 % , sementara peningkatan gross revenues pada tahun-tahun tersebut hanya 64 % dan 3 % . Selain itu terjadi pula peningkatan stock list masing-masing sebesar 291 % dan 7 % , yang mungkin merupakan stock list yang obsolete, sehingga tidak memiliki nilai realisasi.

Kedua, peningkatan long-run debt, yaitu penerbitan obligasi-obligasi baru. Pada tahun 8 dan 9 terjadi peningkatan hutang jangka panjang sebesar 58 % dan 5 % yang terutama digunakan untuk investasi fixed plus pada usaha petrochemical.

Ratio dibawah 100 % menunjukkan kurangnya jaminan terhadap obligasi yang diterbitkan, sehingga obligasi ini dapat dianggap mengandung risiko sangat tinggi. Menurut standar yang biasa digunakan, ratio ini berkisar antara 500 % ( evaluation AAA ) sampai 250 % ( evaluation BBB ) . Ratio dibawah 250 % akan menyebabkan obligasi perusahaan ini berada dibawah investing class ( akan termasuk debris bond ) .

b/ Long-run Debt to Total Capitalization

Ratio ini digunakan untuk mengukur solvabilitas, dengan memperbanding-kan jumlah long-run debt terhadap entire kapitalisasi ( jumlah entire current liability + long-run debt + equity ) . Besarnya ratio ini untuk tiga tahun terakhir adalah sbb:

TahunRatio

764.0 %

870.0 %

962.6 %

Selama tiga tahun terakhir ini terlihat bahwa besarnya ratio ini relatif tetap, berkisar antara 60-70 % . Kenaikan pada tahun 8 diakibatkan oleh peningkatan jumlah long-run debt, sementara penurunan pada tahun 9 disebabkan oleh bertambahnya kapitalisasi, yaitu akibat mening-kat-nya entire equity karena penerbitan saham baru serta perolehan agio-nya.

Tingginya ratio ini menunjukkan bahwa dalam menjalankan operasinya perusahaan banyak menggunakan pendanaan jangka panjang. Namun bila dilihat dari current ratio yang lebih besar Dari satu maka dapat disimpulkan bahwa Danu ini digunakan untuk membiayai fixed plus. Menurut standar yang biasa digunakan oleh parity analis, besarnya ratio ini sebaiknya berkisar antara 25 % ( evaluation AAA ) sampai dengan 40 % ( evaluation BBB ) . Dengan demikian ratio ABEX yang berada diatas 60 % menunjukkan bahwa obligasi yang diterbitkannya memiliki recognition hazard yang cukup tinggi, sehingga ratingnya berada dibawah investing class ( masuk kedalam theorizing class ) .

c/ Collection Period

Collection period menunjukkan kecepatan perusahaan memperoleh Ka Dari hasil penjualan produk atau jasanya. Semakin cepat aggregation period perusahaan, maka akan semakin besar pula fleksibiltas keuangannya. Collection period ini dapat juga digunalan untuk mengevaluasi recognition term yang diberikan kepada konsumen. Kondisi aggregation period di ABEX selama tiga tahun terakhir adalah sbb:

TahunCollection Time period

768 yearss

887 yearss

990 yearss

Dari informations diatas dapat terlihat bahwa aggregation period ABEX semakin lama semakin besar. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak piutang usahanya yang tidak dapat tertagih. Peningkatan history receivables lebih besar daripada kenaikan penjualannya. Perubahan gross yang untuk tiga tahun terakhir itu naik sebesar 11 % , 64 % , dan 3 % , sementara history receivables naik 38 % , 110 % , dan 6 % .

Kecenderungan memburuk ini dikaitkan kenaikan gross revenues sebagai akibat Dari policy penjualan yang agresif dapat membuat ratio ini meningkat karena recognition term

yang diberikan semakin lunak untuk membuat produk menjadi lebih attraktif. ABEX Corporation mempunyai tingkat gross revenues yang meningkat tajam pada twelvemonth 8 akibat naiknya harga jual per unit petrochemical. Kenaikan harga ini membuat gross revenues meningkat tajam ( lebih dari 100 % ) yang kemudian berakhir pada tingkat receivable yang juga meningkat. Receivable yang tinggi ini kemungkinan besar diakibatkan oleh penjualan petrochemical? dibandingkan dengan grapevines yang salesnya stabil.

Kemungkinan penyebab lain adalah buruknya usaha penagihan yang dilakukan oleh ABEX terhadap outstanding receivablesnya dan adanya penundaan Dari customernya sendiri untuk melakukan pelunasan receivable ABEX. Kemungkinan yang lebih buruk adalah terjadinya finacial hurt pada customernya yang potensial menimbulkan receivable tidak tertagih.

Kemungkinan besar memburuknya tingkat kolektibilitas disebabkan oleh agresifnya ABEX menjual produknya karena tingginya tingkat produksi tahun ke 8 dan seterusnya.

Bila dibandingkan dengan standar di industri-nya, maka aggregation period diatas 60 hari agaknya sudah dianggap terlampau. Apabila hal tersebut terus berlangsung maka perusahaan akan mengalami kesulitan hard currency flow dan terpaksa mencari hutang tambahan. Hal ini Akan meningkatkan recognition hazard dari debt yang telah adenosine deaminase.

d/ Short-run Debt to Total Debt

Ratio ini selalu menunjukkan kenaikan Dari tahun 7 sampai 9 walaupun jumlah long-run debt sebenarnya juga naik. Hal ini memberi signal bahwa terjadi beban short term yang mengharuskan ABEX menyediakan likuiditas lebih untuk pemenuhan kewajiban short termnya. Besarnya ratio ini untuk ketiga tahun terakhir adalah sbb:

TahunRatio

75.8 %

87.5 %

96.3 %

Kenaikan ratio ini terjadi terutama karena meningkatnya bank indebted-ness, serta history collectible dan accrued liabilities, terutama pada tahun 8. Penundaan pembukuan biaya telah mengakibatkan penurunan biaya untuk tahun ytterbium, sehingga perusahaan terlihat seolah-oleh mencapai laba yang besar.

e/ Pre-tax Interest Coverage

Ratio ini menunjukkan perbandingan antara besarnya income yang diperoleh perusahaan ( sebelum pajak ) terhadap kewajiban bunga pinjaman yang harus dibayar. Perkembangan ratio ini pada tiga tahun terakhir adalah sebagai berikut:

TahunRatio

71.80

82.54

91.81

Dari informations tersebut terlihat bahwa laba sebelum pajak yang dihasilkan ABEX adalah rata-rata 1.8 saltwort bunga pinjaman yang harus dibayar. Lonjakan yang terjadi pada tahun 8 disebabkan oleh peningkatan laba sebelum pajak yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan biaya bunga akibat hutang-hutang baru. Namun perlu diingat bahwa kenaikan laba tersebut tidak bersifat hard currency karena seperti telah disebutkan diatas pada tahun tersebut juga terjadi kenaikan history receivables yang tajam.

Menurut standar parity analis umumnya, ratio coverage ini berkisar antara 5 saltwort ( untuk evaluation AAA ) sampai 2 saltwort ( untuk evaluation BBB ) . Ratio coverage sebesar 1.8 saltwort yang dimiliki ABEX Akan menempatkannya pada evaluation BB yang berada pada bad class.

f/ Cashflow from Operation to Long-term Debt Ratio

Ratio ini menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan hard currency guna dapat memenuhi kewajiban dalam membayar kembali hutangnya. Perkembangan ratio ini di ABEX dalam tiga tahun terkahir adalah sebagai berikut:

TahunRatio

720.4 %

826.6 %

922.1 %

Dari informations diatas terlihat bahwa ratio yang dimiliki ABEX adalah kurang lebih 20 % . Dengan melihat bahwa posisi long-run debt pada tahun 8 mengalami kenaikan tajam Dari tahun sebelumnya, dan kemudian relatif stabil pada tahun 9, maka dapat disimpulkan terjadi kenaikan sedikit pada hard currency flow yang dihasilkan Dari aktivitas operasi.

Standar yang biasa digunakan parity analis menyebutkan bahwa besarnya ratio ini biasanya berkisar antara 65 % ( untuk evaluation AAA ) sampai dengan 30 % ( untuk evaluation BBB ) . Dengan ratio rata-rata 23 % , maka ABEX masuk kedalam bad class.

2. Analisis serta komparasi antara divisi grapevine dan petrochemical dengan menggunakan tiga ukuran kualitatif yang relevan untuk recognition quality ABEX untuk periode tahun 7 sampai dengan 9.

Jika analisis kuantitatif berusaha mengevaluasi fiscal hazard, maka analisis kualitatif akan lebih banyak meninjau corporate hazard dan concern hazard. Financial hazard berhubungan dengan kondisi keuangan perusahaan, terutama aspek capital ( permodalan dan pembiayaan ) .

Business hazard mengacu kepada kondisi dunia usaha serta persaingan yang adenosine deaminase didalamnya. Analisis terhadap risiko ini Akan mengevaluasi nature of industry, chances, life rhythm, regulative limitations, serta competitory factors.

Corporate hazard mengacu kepada struktur dan aktivitas perusahaan. Analisis terhadap risiko ini akan mengevaluasi strategi perusahaan, struktur dan kebijakan manajemen, dukungan parity stakeholders, market place dan efisiensi operasi.

Dalam analisis kualitatif pada kasus ini digunakan 3 ukuran yang dapat mengevaluasi recognition quality dari masing-masing divisi grapevine dan petrochemical, yaitu: kondisi dunia usaha, kompetisi serta manajemen perusahaan.

a/ Kondisi dunia usaha

Kondisi dunia usaha pada umumnya diperkirakan Akan mengalami resesi pada satu dan dua tahun mendatang, sehingga pada umumnya Akan berdampak negatif pada kedua divisi usaha Dari ABEX.

Namun demikian risiko Dari gas transmittal diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan petrochemical. Hal ini diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi variableness dari net incomes. Pada gas transmittal, penghasilan hanya akan dipengaruhi oleh produksi/konsumsi gas ( dengan asumsi bahwa tarif tidak akan terlalui berfluktuasi karena adanya monetary value restraints and ordinances ) . Jika produksi/konsumsi dapat bertahan atau kembali meningkat ( seperti yang diprediksikan ) , maka penghasilan perusahaan akan semakin membaik.

Di lain pihak, pendapatan Dari usaha petrochemical dipengaruhi oleh lebih banyak faktor, yaitu: harga jual dan biaya di Masa datang, serta pangsa pasar Dari produk ABEX. Dengan demikian, walaupun kondisi ekonomi membaik ( sesuai dengan prediksi terhadap jumlah produksi nasional ) , hal itu belum tentu dapat menaikkan penghasilan ABEX.

b/ Kompetisi

Pada usaha grapevine, jumlah pesaing relatif lebih sedikit. Munculnya pesaing baru juga relatif lebih sulit ( entry barrier ) , karena usaha ini memerlukan investasi yang tinggi guna menyiapkan infra struktur jaringan pipa distribusi. Produk subsitusi-nyapun relatif lebih sukar didapat. Efisiensi distribusi melalui Pipa jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan cara distribusi lain, misalnya dengan truk-truk tangki. Ketiga faktor tersebut ini membuat bargaining place antara ABEX dengan supplier dan konsumennya relatif stabil, sehingga Akan lebih menjamin.

Sebaliknya, persaingan di usaha petrochemical sangatlah tinggi. Banyak-nya pesaing yang baru juga menimbulkan masalah yang serius. Walaupun demand terhadap produk tidak menurun, namun meningkatnya kapasitas pabrik pada tiga tahun terakhir ( dengan munculnya pesaing-pesaing baru ) Akan mengakibatkan overcapacity yang pada akhirnya akan menurunkan penghasilan dari masing-masing produsen. Harga jual cenderung Akan menurun, sementara biaya produksi relatif tetap atau bahkan meningkat. Walaupun produk substitusi Dari polythene belum adenosine deaminase yang efektif, jumlah pesaing yang banyak akan menurunkan bargaining po-si-tion terhadap konsumen. Kondisi ini tidak Akan menguntungkan bagi ABEX.

c/ Manajemen

Manajemen ABEX belum memiliki corporate degree scheme yang kuat untuk mengembangkan perusahaannya. Padahal kedua divisi usahanya tersebut telah mencapai tahap akhir dari life cycle-nya ( yaitu maturing phase, atau bahkan worsening phase ) .

Strategi yang dijalankan sekarang hanya pada concern degree, yaitu untuk memperkuat fight melalui cost effiency saja. Padahal sudah saatnya dibutuhkan suatu corporate degree scheme yang akan diperlukan untuk meningkatkan value of the house secara keseluruhan.

3. Peubahan-perubahan yang terjadi pada recognition quality ABEX untuk periode tahun 7 sampai dengan 9.

Bila dilihat dari analisis kuantitatif dan kualitatif di atas sebenarnya recognition quality dari ABEX tidak mengalami perubahan yang berarti selama tahun 7 sampai 9. Dalam kurun tiga tahun terakhir itu recognition quality-nya memi-liki tendency yang sama yaitu memburuk. Perbaikan sedikit pada tahun 8 hanya bersifat semu, karena adanya gaining direction.

Bila dibandingkan dengan standar yang umum digunakan oleh parity analisi investasi, recognition evaluation dari bonds ( long-run debt ) yang diterbitkan oleh ABEX seluruhnya berada dalam bad class. Dengan demikian seharusnya bonds tersebut memiliki return yang lebih besar daripada bonds yang berada dalam investing class ( evaluation BBB sampai AAA ) .

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa investasi pada obligasi ABEX hanya boleh dilakukan bila obligasi tersebut memberikan tingkat voucher yang lebih tinggi, atau dijual pada harga yang memberikan price reduction sangat besar dibawah nilai par ( nominal ) -nya.

Cite this Abex Research Paper ABEX Chemicals IncABEX

Abex Research Paper ABEX Chemicals IncABEX. (2018, May 15). Retrieved from https://graduateway.com/abex-essay-research-paper-abex-chemicals-incabex/

Show less
  • Use multiple resourses when assembling your essay
  • Get help form professional writers when not sure you can do it yourself
  • Use Plagiarism Checker to double check your essay
  • Do not copy and paste free to download essays
Get plagiarism free essay

Search for essay samples now

Haven't found the Essay You Want?

Get my paper now

For Only $13.90/page